Sabtu, 05 Maret 2022

Berbagi Pengetahuan dan Kebahagiaan di Masa Pandemi

Berbagi Pengetahuan dan Kebahagiaan di Masa Pandemi




Pada 12 Februari 2022 UKM Jurnalistik telah mengadakan program kerja bakti sosial yang bertempat di SDN 02 Ngawonggo Tajinan. Bakti sosial kali ini sedikit berbeda dikarenakan pelaksanaanya bertepatan dengan PPKM di Kota Malang. Sehingga hanya beberapa anggota UKM dan panitia yang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Bertemakan “Pandemi Bukan Halangan Untuk Terus Belajar dan Berbagi” Ukm jurnalistik berbagi kebahagiaan serta pengetahuan bersama adik-adik di SDN 02 Ngawonggo Tajinan.

SDN 02 Ngawonggo Tajinan merupakan salah satu sekolah tertinggal di Kabupaten Malang. Sekolah ini mempunyai dua bangunan terpisah, yaitu terdapat bangunan pusat yang memiliki tiga kelas untuk kelas 4 sampai 6, serta bangunan kedua untuk kelas 1 sampai 3. Menjadi sekolah tertinggal menyebabkan SDN 02 Ngawonggo Tajinan ini tidak memiliki guru olahraga tetap. Kegiatan bakti sosial seperti ini merupakan pertama kalinya dilakukan di sekolah tersebut. Pihak SDN menyambut dengan senang hati kunjungan dari UKM Jurnalistik untuk mengadakan kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan terbagi menjadi dua sesi dikarenakan harus menjaga jarak dan tetap menjaga protokol kesehatan. Sesi pertama yaitu menyapa adik-adik dari kelas 1 sampai kelas 3 dengan bermain tebak-tebakan dan berbagi hadiah. Acara inti dilakukan di sesi kedua bersama adik-adik kelas 4 sampai kelas 6. Diawali sengan sambutan ketua pelaksana, ketua umum dan dilanjutkan sambutan dari pihak SDN 02 Ngawonggo Tajinan serta penyerahan cindera mata berupa 2 rak buku dan bingkisan guru, kemudian bermain dan berbagi hadiah. Sedikit berbeda pada bakti sosial kali ini tidak dilakukan kegiatan belajar mengajar. Para panitia hanya bermain game dan berinteraksi didalam kelas bersama adik-adik kelas 4 sampai kelas 6 serta memberikan bingkisan yang berisi snack dan alat tulis.

Kegiatan ini diikuti dengan rasa semangat dan antusias yang tinggi dari adik-adik. Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial seperti ini sangat bermanfaat serta memberikan pengetahuan dan hal baru kepada adik-adik SDN 02 Ngawonggo Tajinan. Pihak SDN berharap kegiatan ini dapat berlanjut pada periode selanjutnya dan membuka pintu yang lebar untuk UKM Jurnalistik mengadakan kegiatan kembali disana. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dengan seluruh pihak SDN dan panitia.


Jumat, 16 Juli 2021

Rabu, 31 Maret 2021

 

5000 Paket Masker dan Handsanitizer dari ABM untuk Kota Malang



Dalam rangka Dies Natalis ke-50 STIE Malangkucecwara atau kampus ABM memberikan bantuan 5000 paket masker dan handsanitizer kepada BPBD Kota Malang. Kegiatan tersebut adalah inisiatif dari tim satgas STIE Malangkucecwara yaitu Busters Covid ABM yang diselenggarakan pada 25 Maret 2021 dan bertempat di kampus ABM. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD dan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang. Bantuan 5000 paket ini nantinya akan disalurkan ke 5 Kecamatan di Kota Malang.

Kampus ABM sebelumnya telah membentuk tim satgas Covid yang bertugas untuk memanage kondisi Covid di internal kampus. Sementara itu pihak internal kampus ABM saat ini  juga sudah melakukan vaksinasi secara keseluruhan terhadap dosen dan karyawannya. Sehingga kondisi Covid di internal kampus sudah bisa dikatakan aman. Maka dari itu kampus ABM ikut serta berperan membantu BPBD Kota Malang dalam menanggulangi virus Covid-19.

Dalam sambutan pembantu ketua III ABM, Drs Kadarusman mengatakan, bahwa bantuan tersebut adalah sebagai wujud partisipasi dan dukungan kampus ABM dalam penanggulangan Covid-19 secara external. “Mungkin belum sebesar yang diharapkan, tetapi kita berharap ini menjadi sebuah pelajaran dan dorongan kepada masyarakat bahwa menjaga protokol kesehatan harus tetap dijalankan” ucapnya. 

Kegiatan pemberian bantuan 5000 paket masker dan handsanitizer oleh kampus ABM ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Komisi D DPRD Kota Malang. Selain itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang berharap, mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat menular ke kampus-kampus lain. Pada akhir acara Kampus ABM menyerahkan 5000 paket masker dan handsanitizer secara simbolis kepada Kepala BPBD Kota Malang yang juga di dampingi oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang.

Sabtu, 31 Oktober 2020

Dibalik Suksesnya PSSM Online Kampus ABM Ditengah Pandemi

 Dibalik Suksesnya PSSM Online Kampus ABM Ditengah Pandemi




Tahun 2020 menjadi tahun pertama bagi kampus ABM dalam melakukan PSSM secara online. PSSM online dikampus ABM  dilaksanakan pada tanggal 5 November s/d 8 November 2020 dengan mengangkat tema yang sama yaitu“Enhance Your Attitude”. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PSSM secara online di Kampus ABM dilakukan dengan memanfaatkan channel youtube. Seluruh materi harus melalui proses rekaman terlebih dahulu, kemudian teknisnya ditayangkan secara premiere (seperti menonton live). Kegiatan lainnya yang dilakukan yaitu game online untuk ice breaking yang bertujuan agar peserta PSSM tidak jenuh.

Pelaksanaan PSSM online diharapkan tidak memberatkan #sobatABM 2020 secara teknis dan biaya. Seperti yang kita ketahui, karena dampak pandemi hampir seluruh kegiatan dilaksanakan secara online. Hal itu juga menyebabkan kendala saat pelaksanaan PSSM secara online diantaranya seperti koneksi internet yang tidak stabil di wilayah tertentu sehingga menyebabkan peserta kesusahan untuk bergabung. Namun pihak kampus sendiri memberikan  toleransi kepada para peserta PSSM yang mengalami berbagai kendala yang berhubungan dengan teknologi dan internet.

Dalam pemberian tugasnya pun juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu sekarang hanya diberikan tugas untuk me- resume materi- materi yang diberikan pada hari itu dan juga beberapa tugas membuat video yang di upload ke ig pribadi masing-masing. Perbedaan yang dirasakan saat PSSM offline dengan online cukup banyak. Diantaranya kegiatan penanaman bunga yang sudah menjadi kegiatan rutin di kampus ABM  menjadi tidak terlaksana. Perbedaan yang lainya yaitu rasa kebersamaan peserta dan saling mengenal antara mereka cukup kurang, serta pihak panitia juga mengalami kesulitan dalam menyampaikan makna PSSM terutama dalam penyampaian ATTITUDE kepada peserta.

Manfaat yang diperoleh para peserta yang mengikuti PSSM  sangatlah banyak diantaranya yaitu pengetahuan tentang berbagai bidang akademik yang ada di kampus ABM sehingga mahasiswa baru sudah siap dan paham saat memasuki dunia perkuliahan, para peserta juga dapat memahami aturan-aturan yang diterapkan di kampus ABM. Harapan dari pihak panitia pelaksana kegiatan PSSM online 2020 ini yaitu para peserta dapat menjalankan dan mengembangkan sikap ATTITUDE dengan baik dan dapat mempraktikannya dalam menempuh pendidikan di STIE Malangkucecwara. Pesan dari panitia PSSM ABM untuk para mahasiswa baru yaitu “diharapkan para peserta PSSM  dapat meningkatkan kekompakan antar mahasiwa baru dengan tidak memandang suku, bahasa, daerah, ras dan agama serta memiliki sikap saling menghargai antara satu dengan yang lain”.

 

 

 

Selasa, 24 Desember 2019

Tanamkan Sejak Dini Minat Rajin Membaca Meski Banyak Kekurangan Bersama JAS

UKM Jurnalistik mengadakan Bakti Sosial di Dusun Puntir Martopuro, kecamatan purwosari pasuruan. Tepatnya di SDN Martopuro 3. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 Desember 2019 dengan mengusung tema “Jadikan Buku Sebagai Dunia Keduamu”. Yang bertujuan agar di usia dini mereka menyadari bahwa buku memiliki banyak sumber ilmu pengetahuan. (Minggu, 15 Desember 2019)

Melihat dari kondisi sekolah SDN Martopuro 3 hanya memiliki 5 kelas saja, untuk kelas 1&2 digabung menjadi satu kelas dan jumlah muridnya juga tidak banyak hanya 75 murid. Tidak hanya itu mereka tidak memiliki perpustakaan bahkan uks yang layak, namun semua itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar layaknya seperti anak-anak dikota. Pada saat akan dilaksanakannya kegiatan bakti sosial mereka terheran melihat kita para panitia dikarenakan ini kali pertamanya sekolah mereka di kunjungi untuk kegiatan Bakti Sosial. 
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum, dan ibu kepala sekolah, dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar sambil bermain yang dilaksanakan dikelas masing-masing. Materi yang diberikan berupa pelajaran yang telah mereka terima disekolah dan tambahan sedikit materi pengetahuan umum agar  dapat menumbuhkan minat untuk membaca. Apa yang disampaikan oleh pemateri kepada mereka dapat ditanggapi dengan cepat meski pada saat diberikan pertanyaan mereka masih malu-malu untuk menjawab pertanyaan.
Tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan namun mereka juga belajar untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan prakarya, mengolah 2 pita menjadi gantungan kunci berbentuk ikan yang mana gantungan tersebut dapat langsung digunakan. Setelah itu mereka bermain games disetiap games yang diberikan bertujuan agar dapat melatih kekompakan dan kerjasama antar kelompok serta dapat menambah wawasan mereka dan minat untuk membaca.
Adapun tanggapan dari pihak sekolah yakni Ibu Susiana selaku kepala sekolah merasa senang karena kegiatan bakti sosial ini dapat dilaksanakan di SDN Martopuro 3. Menurut ibu susiana semua rangkaian kegiatan sangat bermanfaat karena dapat mengasah kemampuan para muridnya, kegiatan yang paling beliau sukai ialah pada saat belajar mengajar dikelas karena para murid sangat berantusias dan lebih ekspresif dari pada sebelumnya. Ibu Susiana berpesan semoga para kakak-kakak JAS bisa lulus tepat waktu dan menjadi orang yang sukses kelak, dan satu lagi “jika kalian ingin melaksanakan kegiatan bakti sosial lagi disini kami selaku pihak sekolah akan menerima dengan senang hati”. 
Setelah semua rangkaian kegiatan dilaksanakan acara diakhiri dengan upacara penutupan yang berisi pesan penutup dan ucapan teriama kasih serta penyerahan cindera mata berupa fandel oleh ketua umum, penyerah 3 rak buku dan 55 buku bacaan oleh ketua pelaksana. Lalu pembagian bingkisan yang berisikan Alat Tulis dan Snack untuk semua murid serta penyerahan sembako kepada para guru dan yang terakhir berfoto bersama.

Selasa, 08 Oktober 2019

Peringatan Hari Batik Nasional, Dosen, Mahasiswa dan Staff ABM Pakai Batik
Hari Batik Nasional ditetapkan pada tanggal 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO ( United Nations Educational Scientifc and Cultural Orginization ) yang secara resmi mengakui batik Indonesia  sebagai warisan budaya dunia. Maka tidak heran bila ditanggal tersebut banyak sekali cerita serta peringatan tentang batik, hal ini juga dilakukan oleh kampus  STIE Malangkucecwara. (Rabu, 02 Oktober 2019)
Pada hari tersebut dosen, mahasiswa, serta staff yang bertugas semua berpakaian batik lalu berfoto bersama untuk mengabadikan moment Hari Batik Nasinonal. Kegiatan ini diberitahukan oleh bapak Kadarusman selaku Wakil Rektor III STIE Malangkucecwara melalui Ketua Umum setiap UKM atau Unit kegiatan Mahasiswa. Sebagai bentuk apresiasi dalam memperingati Hari Batik Nasional serta mengingatkan bawah batik merupakan warisan budaya indonesia.
Menurut Bapak Kadarusman selaku Wakil Rektor III sekaligus dosen di kampus ABM, batik adalah Indonesian Culture yang lahir dari Indonesia sebagai ciri khas Indonesia yang  wajib dilestarikan. Masyarakat khususnya di kalangan remaja dihimbau untuk mengetahui batik dan tidak malu untuk mengenakan batik “Untuk sekarang ini batik sudah menjadi fashion dan sudah mengikuti perkembangan zaman, batik juga merupakan identitas negara kita, maka penting sekali untuk masyarakat khususnya di kalangan remaja untuk mengenakan batik agar bisa melestarikan budaya ” ujar pak Kadar.
Untuk melestarikan kebudayaan batik kampus STIE Malangkucecwara punya cara tersendiri contohnya seperti yang disampaikan oleh pak Kadar “untuk di warga kampus khususnya dosen dan karyawan setiap hari kamis itu menggunakan batik, kita belum menerapkan kepada mahasiswa untuk saat ini”. Pak Kadarusman juga berharap kita sebagai warga Indonesia harus bangga mempunya batik sebagai warisan budaya dan telah diakui hingga ke luar negeri, dimana batik-batik tersebut memiliki ciri khas masing-masing di setiap daerah di Indonesia contohnya daerah NTT, Kalimantan, Jawa, Sumatera dan daerah lainnya di Indonesia. Selain memiliki ciri khas batik juga memiliki makna yang berbeda disetiap motifnya,dimana motif tersebut menggambarkan keneragaman Indonesia dan memiliki satu makna yang sama yaitu persatuan Indonesia.
Lalu, menurut salah satu mahasiswa kampus ABM yaitu Atiya, batik adalah ciri khas masyarakat Indonesia yang harus dilestarikan dan diperkenalkan ke mancaranegara. Menurutnya, sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita mengetahui dan mengenal batik itu sendiri. Kita sebagai kaum milenial tidak boleh malu menggunakan batik. Salah satu cara kita menunjukkan kebanggaan terhadap batik yaitu dengan ikut berpartisipasi memperingati hari batik. Bentuk partisipasi dalam memperingati Hari Batik Nasional yaitu dengan cara mengajak teman-temannya menggunakan batik untuk pergi ke kampus. Atiya juga menambahkan “Kalau dari aku harapannya karena ciri khas Indonesia, paling nggak mungkin sebulan sekali atau beberapa kali kita ke kampus pakai batik guna memperkenalkan dan melestarikan batik”.