Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Too Spicy


Too Spicy ? Terlalu pedas ? Atau kurang cabenya ? Kalau bukan trus apa ?...hahaha..semua penjelasannya salah semua...

Seperti gambar yang sengaja saya ambil di sebuah pusat perbelanjaan di kota Surabaya tersebut adalah gambar adik saya sedang mencoba memainkan game. Akan tetapi adik saya tidak benar-benar memainkan game tersebut. Karena adik saya tidak membeli koin untuk dapat memainkan game first person shooter tersebut. Jadi terpaksa dia hanya melihat video game tersebut sambil memegang senjata yang seolah-olah sedang bermain jika dilihat dari kejauhan.

Dilihat dari segi grafis memang terbilang bagus. Sama seperti game arcade lain seperti Time Crisis, House of The Death yang sudah tidak diragukan lagi grafisnya. Dari segi permainan, tipe permainan yang digunakan adalah battle one by one, artinya satu lawan satu. Tidak sama dengan dua game yang telah saya sebutkan di atas.

Kembali ke topik cerita di atas, bahwa game arcade Too Spicy adalah game asal negeri Sakura yang bertemakan pertarungan brutal yang sedang terjadi di suatu daerah. Game tersebut bersetting modern dengan mengusung first person shooter. Dimana pemain harus dapat mengalahkan musuh dengan menembak bagian-bagian tubuh yang memiliki skor berbeda-beda.

Jika masih bingung coba bandingkan dengan game online sperti Counter Strike atau Point Blank. Game ini memiliki kesamaan dengan keduanya. Akan tetapi yang membedakan adalah cara bermainnya. Game ini mungkin menurut saya terinspirasi dari Cowboy ala Western yang terkenal akan tembakan-tembakan yang pas sasaran.

Akan tetapi sebelum anda dapat memainkan game tersebut, anda terlebih dahulu harus membeli 3 koin untuk dapat memainkan game tersebut. Selamat bermain.. :D

Topeng Kucing


Jangan kaget jika melihat foto diatas. Foto tersebut bukanlah foto Saras 008 yang pernah populer pada tahun 2000an. Foto tersebut adalah foto adik keponakan saya yang sedang bermain. Saya juga tidak tahu apa yang sedang dia mainkan saat itu. Yang menjadi ketertarikan saya adalah karena adik keponakan saya tersebut mengenakan topeng kucing berwarna ungu milik adik sepupu saya yang paling kecil dan juga mengenakan kaos oblong yang baru dibeli dari pasar minggu yang bertuliskan “Madura”.

Kebetulan sekali saya ada ditempat tersebut dan saya langsung mengambil gambar adik keponakan saya tersebut. Jepret ! Gambar pun di dapat. Percayakah anda jika adik keponakan saya ini juga jago mengambil gambar atau memotret gambar ? Saya sendiri sampai terheran-heran ketika adik keponakan saya tersebut jika disuruh mengambil gambar dia bisa melakukannya dengan baik.

Awalnya sih gambar yang dihasilkan tidak fokus,tidak jelas,dan goyang. Akan tetapi setelah sekian lama saya perhatikan, lama kelamaan foto yang dia ambil semakin membaik. Gambar tidak lagi goyang dan fokus. Wah sungguh perubahan positif yang dapat saya tangkap saat itu. Hal tersebut juga di alami oleh adik saya sendiri. Terkadang adik saya suruh untuk mengambil gambar diri saya sendiri dalam berbagai pose dan gaya. Hasilnya, bisa dibilang bagus untuk se-umuran adik saya. Semoga ada bibit-bibit photografer kelak dimasa mendatang seperti diri saya ini..hehehe..

Pencak Silat


Artikel berikut ini masih berhubungan dengan 2 artikel sebelumnya yang terkait pasar kaget dan aneka macam souvenir khas pulau Madura. Kali ini saya akan menjelaskan cerita lain dalam kegiatan yang saya lakukan di pasar minggu di kota Pamekasan.

Seperti yang sebelumnya sempat saya ceritakan sedikit tentang kegiatan yang dilakukan warga kota Pamekasan pada hari Minggu yaitu kegiatan latihan pencak silat. Latihan pencak silat tersebut dilakukan oleh beberapa orang, yang terdiri dari seseorang yang berperan sebagai guru dan beberapa murid yang mungkin umurnya masih belasan tahun. Gerakan demi gerakan mereka peragakan dengan perlahan-lahan dan sangat hati-hati agar tidak mengenai pengunjung pasar minggu.

Latihan yang mereka lakukan disana membuat banyak orang datang. Ada yang datang langsung melihat ada juga yang datang melihat sambil menikmati hidangan-hidangan di pasar minggu tersebut. Dan ada pula yang datang sambil duduk-duduk di tepian jalan karena kecapaian setelah berolahraga.

Dari kejauhan , saya dan adik-adik beserta om langsung mendatangi lokasi latihan para atlet pencak silat tersebut. Adik saya sempat menirukan salah satu gerakan yang mereka lakukan. Saya pun memiliki inisiatif untuk mengabadikan momen tersebut ke dalam mini kamera saya dan saya tuangkan cerita tersebut ke dalam bentuk artikel seperti yang sedang anda baca saat ini. Semoga cerita saya ini dapat menambah wawasan kepada yang membaca. Trims...

Jumat, 03 Februari 2012

Siapa yang mau ? :D


Cerita liburan saya di pulau Madura masih berlanjut. Masih berada di lokasi yang sama, yaitu pasar dialun-alun kota. Waktu itu saya dan adik-adik saya sedang berkeliling di sekitar pasar minggu ala kota Pamekasan tersebut. Berbagai macam makanan dan minuman telah disediakan demi untuk menarik minat para calon pembeli. Tak terkecuali beberapa souvenir khas pulau Madura.

Seperti yang bisa kita lihat pada gambar di atas, banyak para pedagang menjajakan barang dagangannya berupa souvenir yang berupa piring kecil, miniatur karapan sapi, bros hingga kaos oblong yang bertema pulau Madura. Harga yang ditawarkan juga bervariatif, mulai dari 10 ribu rupiah hingga 80 ribu rupiah.

Kebetulan ketika sedang berjalan-jalan disana, saya bertemu dengan om saya beserta dengan anaknya yang paling kecil. Om saya ternyata selain berolahraga disana juga berencana membeli souvenir khas pulau Madura untuk semua anak kesayangannya.

Om saya tertarik untuk membeli sebuah boneka kecil yang digunakan untuk gantungan kunci yang berbentuk orang berpakaian khas pulau Madura. Dengan harga 5 ribu rupiah, boneka tersebut berhasil dibeli. Setelah membeli beberapa boneka gantungan tersebut, om saya ternyata kepincut dengan kaos-kaos oblong yang bertema pulau Madura, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Saking sukanya dengan kaos tersebut, om saya sampai menyuruh pedagang kaos tersebut untuk datang kerumah nenek saya untuk menjual barang-barang dagangannya kepada sanak keluarga yang kebetulan sedang berkumpul semua. Alhasil semua keluarga saya berbondong-bondong untuk membeli kaos-kaos tersebut sebagai oleh-oleh dari pulau Madura. Dan saya pun mendapatkan salah satu kaos tersebut...Alhamdulillah.

Pasar Kaget atau Saya yang Kaget ?


Pada tanggal 22 Januari 2012 saya sedang berada di pulau Madura, tepatnya di kota Pamekasan. Saya berada disana untuk menghadiri acara arisan keluarga saya. Untungnya Alhamdulillah acara arisan keluarga yang sekaligus sebagai ajang silahturahmi bertepatan dengan liburan semesteran saya. Mungkin jika acara tersebut jatuh pada hari-hari aktif kuliah, sulit untuk saya datang ke kampung halaman ayah saya tersebut.

Acara arisan rutin keluarga setiap tahun bertepatan pada hari minggu, dimana yang hari minggu digunakan semua orang untuk refresing dan melepas kepenatan selama 6 hari. Lalu apa hubungannya dengan gambar di atas ? Baik saya akan jelaskan.

Sekitar pukul 06:00 wib, saya ingin berjalan-jalan di luar rumah nenek saya. Kebetulan adik dan keponakan saya juga ikut berjalan-jalan. Ya sudah, kami semua berangkat jalan-jalan. Tidak disangka ternyata banyak juga orang-orang yang ada di jalanan. Ada yang bersepeda, jogging dll. Pemandangan yang jarang saya liat selama berada di pulau Madura selama beberapa hari.

Setelah saya berjalan hingga mendekati alun-alun kota Pamekasan, ada pemandangan yang sangat membuat saya kaget. Ternyata semua warga kota Pamekasan sedang berkumpul di alun-alun kota untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing. Saya sempatkan untuk mengelilingi alun-alun tersebut dengan adik-adik saya. Seperti yang saya jelaskan di atas, memang banyak warga yang melakukan jogging, bersepeda dan bahkan ada yang latihan pencak silat. Apalagi di alun-alun tersebut banyak saya temui tenda-tenda tempat orang berjualan makanan dan minuman. Persis seperti kondisi keramaian di pasar minggu di kota saya, yaitu kota Malang.

Seperti yang terlihat di foto atas, bisa kita lihat banyak sekali orang-orang yang sedang beristirahat selepas berolahraga dengan membeli makanan seperti soto,bakso,tahu campur,bubur ayam dll. Saya sempat heran dengan begitu banyak warga masyarakat kota Pamekasan yang menghabiskan waktu libur mereka dengan berolahraga di sebuah alun-alun yang bisa saya sebut sebagai pasar minggunya kota Pamekasan. Semoga artikel saya bermanfaat untuk yang membaca.Trims

Senin, 30 Januari 2012

PELAYANAN : Penting engga ya untuk nama baik SMA?

Salam Persahabatan untuk kita semua
                Dalam ekonomi marketing kita mengenal terhadap Pelayanan”service”. Perlu kita tahu bahwa melayani pelanggan dengan baik adalah satu dari beberapa cara untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan sebuah Income atau laba di dalam persuahaan. Semakin baik pelayanan semakin meningkat income dan laba bagi perusahaan. Tetapi , jika pelayanan itu tidak dihiraukan maka akan mempengaruhi pelanggan untuk tidak loyal terhadap perusahaan .

                Sekolah adalah lembaga pendidikan untuk mendidik anak-anak untuk dapat mendapatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang nantinya akan berguna untuk kehidupannya kelak di masa depan. Sekolah tidak berorientasi terhadap Income dan Laba. Jadi sekolah tidak membutuhkan pelayanan terhadap orang lain. Tetapi, apakah harus meninggalkan pelayanan?

                Tanggal 20 januari 2012, Petualangan kami mulai dari Kota Singa Malang. Kami mendapat Kebanggaan dari kampus untuk meneliti ke berbagai Sekolah Menengah di daerah Jawa Timur untuk melengkapi tugas mata kuliah kami.

        Selain itu, kami meneliti tentang pentingnya pelayanan dari SMA terhadap orang eksternal. Kami juga menyampaikan pesan dari kampus untuk di sampaikan ke para murid di SMA dan memperkenalkan kampus kami.

                Setelah memasuki salah satu SMA dan SMK di Nganjuk dan Madiun, kami memutuskan untuk  berhenti sejenak membuat ringkasan dan menambahkan hasil penelitian dalam tugas kami. Hasilnya saya akhirnya tahu bahwa ternyata Pelayanan “Service”  mempengaruhi prestise dari setiap lembaga pendidikan SMA.

Ketika saya berada di Madiun, saya mendatangi salah satu sekolah yang memiliki mutu yang bagus dalam pembelajarannya dan sekaligus saya mengunjungi sekolah di tingkat kabupaten yang mutu pendidikannya tidak terlalu menonjol menurut sumber yang saya dapat.

                Kami memasuki sekolah yang pertama yaitu sekolah yang bertaraf SBI(sekolah berstandart Internasional). ketika kami masuk ke sekolah tersebut langsung di sambut baik oleh bapak bagian kesiswaan. kami mulai untuk membuka pembicaraan dan ternyata sekolah tersebut memperlihatkan keburukannya, yaitu terlalu menyombongkan dirinya dengan status yang dimilikinya.

Bapak paruh baya ini berbicara dengan bahasa Inggris. ketika kami ladeni dengan bahasa inggris ternyata bapak itu salah mengucapkan kata dari kata “future’(masa depan) di baca “fitur”. dan ketika beliau mengetahui bahwa salah pengucapan, beliau langsung mengalihkan penbicaraan. Kami pun dalam hati tertawa. Ternyata hanya Sok bisa.

                Setelah kami selesai berbincang-bincang memakai bahasa inggris dan mendapatkan apa yag kami butuhkan, kami pamit pulang kepada bapak tersebut. Perjalanan kami lanjutkan ke SMA agama kristen di Madiun. Kami di sambut dengan baik dan dengan orang yang pas dengan koordinasi yang bagus. Kami melanjutkan ke 3 SMA Negeri lainya. Dan hasilnya sama kita mendapat sambutan yang baik. Hari sudah mulai sore kami bergegas untuk segera pulang ke Nganjuk.

                Ketika di Nganjuk kami melanjutkan tugas kami dan mengunjungi SMA di Nganjuk. Kami masuk SMA yang mutunya baik di daerah Nganjuk. Kami mendapat sambutan kurang mengenakkan dari satpam di sekolah tersebut. Tetapi setelah kami ketemu dengan bapak dari bagian guru BK, kami bisa berbincang dengan baik. Dan mendapat pelayanan yang sangat baik dari sekolah tersebut.

                Beberapa menit kemudian, kami selesai dalam pengambilan bahan yang kami butuhkan. kami meminta izin untuk melanjutkan perjalanan ke SMA yang menurut sumber kami, SMA ini tidak terlalu buruk mutu pembelajarannya.

Kami mulai memasuki sekolah tersebut. Kami bertanya kepada satpam sekolah tersebut untuk menemui bagian guru BK. Kami di suruh untuk menuju kantin untuk bertemu dengan guru BK tersebut.

Ternyata guru tersebut masih makan. Dan kami di suruh untuk menunggu. Setelah setengah jam kami menunggu, kami berinisiatif untuk datang lagi ke kantin tersebut menemui guru BK tersebut. Ternyata kami di telantarkan. Bapak tersebut sedang asyik bercanda dan menyuruh kami untuk menemui bagian wakasek kurikulum.

Setelah kami ke kantor waka kurikulum kami bertemu dengan guru agama SMA tersebut. Dengan perkataan yang cetus beliau bertanya kepada kami : ” Ada apa mas!!’ mungkin kami di sangka seorang sales. Dan kami mengatakan keperluan kami. Lalu beliau menghubungi waka kurikulum. Ternyata waka kurikulum sedang mengajar. Akhirnya kami di suruh menunggu hingga 30 menit lagi. Dan kami pun berinisiatif untuk meninggalkan sekolah itu untuk kembali ke kota Malang.

                Dari perjalanan itu kami mengetahui beberapa hal tentang pentingnya sebuah pelayanan di sekolah menegah atas. Ternyata : Pelayanan dapat memberi nilai lebih terhadap sekolah mengenai pembelajaran maupun apasaja yang menyangkut sekolah tersebut.  Pelayanan kepada eksternal sekolah dapat memberikan nilai prestise terhadap sekolah .

3.                Semakin baik pelayanan dari sekolah maka akan semakin berkembang juga kualitas sekolah. Mutu sekolah dapat terlihat dari pelayanan yang di berikan. Bagaimana ia bisa menerima tamu dengan baik.

5.                          Dengan pelayanan yang baik, akan  memberikan jalan bagi sekolah untuk menjalin kerjasama dengan pihak eksternal. Sekecil apapun kepentingan dari pihak eksternal harus di perhatikan pelayanannya.

Dan terakhir, kita dapat mengetahui kualitas sekolah melalui pelayanan yang di berikan oleh sekolah terhadap tamu. Semoga sedikit ilmu yang saya berikan dapat membantu anda untuk memilih sekolah yang terbaik untuk kalian ataupun orang tua yang memilihkan seolah bagi anaknya. Terima kasih. Arigato....
Salam persabahatan...

Rabu, 18 Januari 2012

Markas Raja Gombal ?


Saya terkadang bersepeda pagi melewati tempat-tempat yang biasa saya lalui. Ketika saya melewati salah satu lokasi pertokoan yang berukuran kecil atau dalam bahasa jawa biasa disebut “bedak” ada sesuatu yang mencuri perhatian saya ketika itu.

Coba tebak apa yang saya temukan disana ? Ya betul. Yang telah saya temukan adalah salah satu toko memuat tulisan yang tidak asing di telinga saya, yaitu tulisan “Raja Gombal”. Entah apa maksud dari pemilik toko tersebut menulis kata "Raja Gombal" di tokonya. Mungkin si pemilik ingin membuat penasaran calon pelanggannya terhadap tulisan tersebut. hehe ada-ada saja.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Raja Gombal adalah salah satu program acara di stasiun televisi Indonesia, Trans tv. Acara dalam program tersebut adalah menunjukkan kemampuan merayu atau menggombal seorang lelaki kepada seorang perempuan. Pernah saya sesekali melihat acara tersebut. Saya tertawa melihat aksi peserta Raja Gombal tersebut (tapi itu yang benar-benar membuat tertawa). Akan tetapi inti dari acara tersebut adalah melatih keberanian seorang lelaki untuk merayu perempuan agar menjadi pacarnya.

Jika dilihat dari timeline sejarahnya, istilah Raja Gombal pertama kali muncul di salah satu acara komedi situasi yang terkenal dari Trans7, yaitu OVJ (baca : Opera Van Java). Kata-kata tersebut diucapkan oleh para pemain OVJ, ketika salah satu pemainnya yang bernama Andre Taulani sering merayu setiap pemain perempuan yang tampil disana. Yang sering menjuluki Andre dengan nama tersebut adalah Sule.

Hingga sekarang rayuan tersebut banyak sekali kita jumpai di program-program hiburan selain OVJ. Good job for Andre Taulani and all player of OVJ...

Lho koq rame ?


Seperti biasa setiap pagi saya selalu bersepeda keliling sekitar perumahan. Ketika melewati salah satu jalan di sekitar rumah, saya mendapatkan pemandangan yang tidak biasanya saya lihat ketika melewati jalan tersebut.

Bagaimana tidak ramai, jalan tersebut dipenuhi oleh anak-anak sd yang sedang melakukan olahraga outbound diluar sekolah mereka. Dengan dipandu oleh seorang guru, mereka secara tidak sadar melakukan formasi baris berbaris. Entah sudah berapa lama mereka semua berada disana, ketika saya melewati jalan tersebut. Dan entah juga, olahraga apa yang telah mereka lakukan disana sebelum saya melewati jalan tersebut.

Yang saya tahu, anak-anak tersebut terlihat sedang bermain-main, antara satu anak dengan anak lainnya. Sehingga menimbulkan kegaduhan khas anak sd. Saya kembali teringat masa-masa ketika bersekolah di sekolah dasar.

Tak ragu-ragu saya langsung mengambil “mini-camera (maksudnya kamera h*...hehehe)” saya yang terletak di saku kanan celana pendek saya. Jepret! Akhirnya saya berhasil mengambil gambar anak-anak sekolah tersebut.  

narsis ni yee..:D


Jangan terkejut melihat foto diatas. Foto diatas adalah foto teman kuliah saya, yaitu Dewi Sartika. Foto tersebut saya ambil ketika mengikuti seminar OblongMerahMuda. Memang saya sengaja mengambil gambar teman saya tersebut hanya sekedar mengabadikan momen saja.bukan maksud lain [catat].

Dalam foto tersebut teman saya menunjukkan ekspresi yang sangat lucu bagi saya, karena dia memakai ekspresi wajah tersenyum. Senyuman dan mata yang tertutup itu membuat saya jadi teringat dengan ekspresi tersenyum di kartun-kartun atau anime jepang dan sejenisnya.

Pernah saya melihat foto-foto di dalam BBnya. Kebanyakan foto-fotonya menampilkan ekspresi senyum yang sama..hehehe..yang terpenting meningkatkan kepercayaan diri...tapi yang positif ...:D

Serius amat ?..



Jika melihat foto diatas pasti ada yang ditanyakan, Apa yang sedang mereka lihat ? Oke akan saya beri jawabannya segera. Mereka sedang mengikuti seminar OblongMerahMuda yang di adakan oleh komunitas blogger malang, yaitu Blogger Ngalam yang bekerja sama dengan salah satu provider operator telelkomunikasi terkemuka di Indonesia, yaitu XL Axiata. Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke 4 Blogger Ngalam. Banyak sekali peserta yang mengikuti seminar tersebut pada tanggal 07 Januari 2012 kemarin yang bertempat di Padepokan Balai Kambang kampus STIE-MCE.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa narasumber yang hebat, seperti Bapak Ovan Tobing, Bapak Cahyono, OmTyo dll. Selama mengikuti seminar tersebut, saya dan teman-teman merasa terbuka pikiran dan wawasan seputar kebudayaan kota Malang yang disampaikan oleh Bapak Cahyono. Tidak lupa juga menambah ide dan semangat untuk ngeblog setelah mendengarkan tips-tips ngeblog oleh OmTyo.

Semoga acara seperti ini lebih sering diadakan kembali tahun depan. Karena bisa dipastikan yang berminat mengikuti acara seperti ini pasti banyak dan beragam. Saya harap juga seminar seperti ini diadakan kembali di kampus saya, yaitu STIE-MCE.amin...